UNM Dampingi Tim Kosabangsa Unisan Sidrap, Perkuat Strategi Pengembangan Usaha Jamur Tiram di Pinrang

banner 468x60

PINRANG, 25 November 2023 – Tim Pendamping Program Kosabangsa dari Universitas Negeri Makassar (UNM) memberikan pendampingan kepada Tim Pelaksana Universitas Ichsan Sidenreng Rappang dalam rangka memperkuat strategi pengembangan usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan akses kemitraan bagi kelompok usaha budidaya jamur tiram di Desa Tasiwalie, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas tim pelaksana dalam mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok usaha Lowita Mushroom dan kelompok PKK Desa Tasiwalie.

banner 336x280

Tim pendamping UNM diketuai oleh Prof. Dr. Oslan Jumadi, S.Si., M.Phil., Ph.D., bersama anggota Dr. Syamsidah, S.Pd., M.Pd., dan Nur Anny Suryaningsih Taufiq, S.P., M.Si., Ph.D. Sementara itu, tim pelaksana Universitas Ichsan Sidenreng Rappang diketuai oleh Azwar, S.Kom., M.Kom., bersama anggota Sumartan, S.E., M.P., dan Nur Rahmah Wahyuddin, S.Pd., M.Pd.

Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping mengarahkan agar pengembangan usaha mitra tidak hanya berfokus pada pasar lokal di Kabupaten Pinrang, tetapi juga mempertimbangkan peluang pemasaran ke wilayah yang lebih luas, seperti Kota Parepare, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kabupaten Enrekang, hingga wilayah di luar Provinsi Sulawesi Selatan.

Arahan tersebut bertujuan mendorong tim pelaksana untuk memiliki orientasi pengembangan pasar yang lebih luas, sehingga potensi produk jamur tiram dan hasil olahannya dapat dikembangkan melalui jaringan pemasaran yang lebih beragam.

Selain perluasan pasar, pendampingan juga menekankan pentingnya membangun akses kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan dunia industri (DuDi), yayasan, organisasi nonpemerintah atau NGO/LSM, serta badan usaha milik negara (BUMN). Penjajakan kemitraan tersebut diharapkan dapat membuka peluang dukungan bagi pengembangan usaha, pemasaran produk, peningkatan kapasitas, dan keberlanjutan kegiatan pemberdayaan.

Bagi kelompok Lowita Mushroom, perluasan akses pasar berpotensi mendukung pemasaran hasil budidaya jamur tiram sekaligus pengembangan penerapan teknologi budidaya. Sementara itu, bagi kelompok PKK Desa Tasiwalie, pengembangan jejaring pemasaran dapat diarahkan untuk memperluas peluang penjualan produk olahan jamur tiram, seperti keripik, sambal, nugget, dan berbagai olahan bercita rasa lokal.

Tim pendamping juga mengarahkan agar pengembangan pasar dilakukan dengan memperhatikan kesiapan usaha, termasuk kualitas produk, kemasan, daya simpan, kapasitas produksi, penetapan harga, dan biaya distribusi. Aspek-aspek tersebut diperlukan agar perluasan pemasaran dapat direncanakan secara realistis sesuai dengan kemampuan produksi dan kebutuhan konsumen.

Melalui pendampingan ini, tim pelaksana diharapkan mampu menyusun langkah pengembangan usaha yang lebih terarah, mengidentifikasi calon mitra yang relevan, serta membantu kelompok sasaran memperluas peluang pemasaran produk. Dengan demikian, pendampingan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan teknis, tetapi juga pada penguatan strategi pengembangan usaha dan keberlanjutan hasil pemberdayaan.

Kolaborasi antara Universitas Negeri Makassar dan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang melalui Program Kosabangsa diharapkan dapat terus memperkuat kapasitas tim pelaksana dan mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi, inovasi produk, serta perluasan orientasi pasar.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *